Seorang guru SD di Makassar bertanya pada muridnya "Anto, apa itu Flyover?", dan murid itu menjawab "Fly berarti kalau sedang mabuk perasaan jadi fly, trus Over, kalau ia sudah sakau jadinya game over", Gubraksss, ckckck..anak-anak sekarang udah pada pinter ya
Minggu, 01 November 2009
Perempuan dan Ketegaran
Terbersik dalam benak ini hampir setiap saat, apalagi jika aku sedang melihat seorang ibu-ibu dengan susah payah menggendong anak-anaknya. Inilah sebenarnya bentuk cinta yang aku maknai, cinta dari seorang ibu yang begitu tulus dan murni adanya, memberi tanpa berharap balasan, berkorban walau ia sendiri dalam kesulitan. hanya mengharapkan hal yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun kadang ada seorang ibu yang tidak tercapai harapannya itu, disamping ketidaktahuannya tentang mendidik anak yang patut serta faktor lingkungan yang negatif, menyebabkan merosoknya moral si anak.
Tapi aku kagum dengan ketegarannya, saat ia merasakan sakit waktu melahirkan, ia kerap bertahan dengan sebuah harapan yang tulus. Dan saat ia merasakan bentakan dari anak-anaknya, ia tetap tersenyum, tidak serta merta mengeluarkan kalimat kutukan. Karena berharap anaknya mengerti dan berubah menjadi baik suatu hari nanti.
Ketegaran tidak terlihat dari fisik, ketegaran memiliki makna yang begitu agung. Ketegaran adalah sosok jiwa lembut namun dasyat dalam melangkah. Dan ketegaran itu layaklah aku cantumkan kepada perempuan-perempuan gigih dan penuh perjuangan melewati hidupnya. Kepada perempuan pasca cerai dengan suaminya dan berkata “Dunia belum berakhir” dan terus melangkah memperjuangkan haknya.
Kepada perempuan yang mendapati suaminya terlibat kasus pidana namun tetap mendampinginya tanpa ada rasa malu walau berbagai media memberitakannya, kepada perempuan-perempuan yang suaminya melakukan poligami ia tetap tersenyum. Kepada perempuan-perempuan yang telah kehilangan suaminya akibat kecelakaan maut atau lalu lintas ia tetap bertahan dan berjuang menggapai harapan anak-anaknya. Kepada perempuan-perempuan yang telah memasuki berbagai lini atau bidang yang dulunya dilakoni oleh lelaki. Dan kepada akitivis perempuan yang tanpa kenal lelah telah berjuang dan menkampayekan melawan tindak kekerasan.
Semestinya lelaki sangat bersyukur dengan keberadaan perempuan, itu tidak bisa dipungkiri, bahkan kabar dalam kitab suci dikatakan bahwa setelah Adam diciptakan ia begitu kesepian, hingga dengan pengasihan Allah, maka terciptalah Hawa, dan Adam tidak kesepian lagi.
Semoga aku tidak pernah dan tidak akan menyakiti perempuan, apalagi seorang ibu. Walau sebenarnya pernah dan bahkan sering aku dibohongi oleh perempuan, itu sudah aku maklumi karena mereka punya alasan untuk berbohong. Dan jika selama ini ada perempuan yang tersinggung hanya karena sebuah kalimat pengujian dan pertentangan pendapat denganku, aku memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan jikalau tak memaafkan tak apalah.
Perempuan dan ketegaran dua buah kata yang tak bisa dipisahkan. Keduanya melebur bersama dengan perjuangannya, kerja kerasnya, ketulusannya, serta cintanya yang begitu murni.
By : haerulsohib
Label: perempuan
Diposkan oleh Menuai Makna di 01:57 0 komentar
Perempuan dan Ketegaran
Terbersik dalam benak ini hampir setiap saat, apalagi jika aku sedang melihat seorang ibu-ibu dengan susah payah menggendong anak-anaknya. Inilah sebenarnya bentuk cinta yang aku maknai, cinta dari seorang ibu yang begitu tulus dan murni adanya, memberi tanpa berharap balasan, berkorban walau ia sendiri dalam kesulitan. hanya mengharapkan hal yang terbaik bagi anak-anaknya. Namun kadang ada seorang ibu yang tidak tercapai harapannya itu, disamping ketidaktahuannya tentang mendidik anak yang patut serta faktor lingkungan yang negatif, menyebabkan merosoknya moral si anak.
Tapi aku kagum dengan ketegarannya, saat ia merasakan sakit waktu melahirkan, ia kerap bertahan dengan sebuah harapan yang tulus. Dan saat ia merasakan bentakan dari anak-anaknya, ia tetap tersenyum, tidak serta merta mengeluarkan kalimat kutukan. Karena berharap anaknya mengerti dan berubah menjadi baik suatu hari nanti.
Ketegaran tidak terlihat dari fisik, ketegaran memiliki makna yang begitu agung. Ketegaran adalah sosok jiwa lembut namun dasyat dalam melangkah. Dan ketegaran itu layaklah aku cantumkan kepada perempuan-perempuan gigih dan penuh perjuangan melewati hidupnya. Kepada perempuan pasca cerai dengan suaminya dan berkata “Dunia belum berakhir” dan terus melangkah memperjuangkan haknya.
Kepada perempuan yang mendapati suaminya terlibat kasus pidana namun tetap mendampinginya tanpa ada rasa malu walau berbagai media memberitakannya, kepada perempuan-perempuan yang suaminya melakukan poligami ia tetap tersenyum. Kepada perempuan-perempuan yang telah kehilangan suaminya akibat kecelakaan maut atau lalu lintas ia tetap bertahan dan berjuang menggapai harapan anak-anaknya. Kepada perempuan-perempuan yang telah memasuki berbagai lini atau bidang yang dulunya dilakoni oleh lelaki. Dan kepada akitivis perempuan yang tanpa kenal lelah telah berjuang dan menkampayekan melawan tindak kekerasan.
Semestinya lelaki sangat bersyukur dengan keberadaan perempuan, itu tidak bisa dipungkiri, bahkan kabar dalam kitab suci dikatakan bahwa setelah Adam diciptakan ia begitu kesepian, hingga dengan pengasihan Allah, maka terciptalah Hawa, dan Adam tidak kesepian lagi.
Semoga aku tidak pernah dan tidak akan menyakiti perempuan, apalagi seorang ibu. Walau sebenarnya pernah dan bahkan sering aku dibohongi oleh perempuan, itu sudah aku maklumi karena mereka punya alasan untuk berbohong. Dan jika selama ini ada perempuan yang tersinggung hanya karena sebuah kalimat pengujian dan pertentangan pendapat denganku, aku memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan jikalau tak memaafkan tak apalah.
Perempuan dan ketegaran dua buah kata yang tak bisa dipisahkan. Keduanya melebur bersama dengan perjuangannya, kerja kerasnya, ketulusannya, serta cintanya yang begitu murni.
By : haerulsohib
Label: perempuan
Diposkan oleh Menuai Makna di 01:57 0 komentar
Jumat, 25 September 2009
Tetesan Bidadari
Sifat-sifat bidadari itu menetes ke bumi, tetesannya mendarat tepat di hati seorang gadis penduduk bumi ini, hingga gerak-geriknya begitu terpuji dan menggaggumkan, walau aku tidak tahu seperti apa bidadari itu kecuali dalam cerita dongeng belaka, aku yakin dan merasakan bahwa bidadari itu seperti gadis itu. sungguh Allah maha indah. menciptakan bentuk fisik dan hati yang indah beserta fungsinya yang luar biasa. Saat ia tersenyum ke arahku kurasakan desir-desir kesegaran, dan iapun berdiri di hadapanku dan berkata "sesuatu" yang aku belum mengerti, dan setelah itu iapun pergi entah kemana, semoga kelak bertemu kembali. Ya Allah ampuni hamba jika bayangan wajahnya melekat dalam memory otakku, jika itu tidak baik untukku hapuslah bayangan wajahnya dari memory otakku ini, karena hambamu ini manusia biasa dan pasti Engkau sudah tahu itu, sebab Engkaulah Maha tahu segala sesuatunya.
Apakah "bidadari" itu punya account di facebook?.
Diposkan oleh Menuai Makna di 23:35 0 komentar
Kamis, 24 September 2009
Mari Ber-LINUX Ria
Tak bisa dipungkiri lagi virus, worm, malware atau sejenisnya sudah sangat meresahkan pengguna komputer terutama yang menggunakan sistem operasi dari Microsoft. Apalagi dengan kemuculan Conficker sungguh meresahkan. Dan beberapa perusahaan besar terpaksa mengeluarkan dananya yang tidak sedikit untuk membeli anti virus dan pengamanan tambahan.
Saat tulisan ini aku tulis, virus ini masih merajalela dengan asiknya, aku mencoba mencari pemecahannya dibeberapa search engine namun tidak ketemu, kebanyakan mereka memberikan informasi tentang tanda-tanda komputer kena virus ini dan folder-folder yang disusupi serta services-services yang diinfeksi, Masyarakat awam jelas tidak mengerti dengan pemaparan di atas, mereka hanya ingin komputernya aman dan nyaman, adapun yang memberikan solusi namun dianjurkan membeli produknya berupa antivirus, kalau perusahaan dengan omzet yang gede tentu tidak masalah dengan harga yang ditawarkan, namun bagaimana dengan lembaga-lembaga non profit atau warnet non elit/kelas menengah ke bawah, boro-boro membeli antivirus, balikin modal saja dalam setahun minta ampun perjuangannya.
Maka salah satu solusi yang aku dengar adalah open source, hal ini telah dikampanyekan beberapa tahun yang lalu jadi bukan barang baru lagi, namun sayang pemakaian sistem ini belum mengalami peningkatan yang signifikan.
Nampaknya watak orang indonesia masih ragu dan wanna be simple and enaknya saja adalah faktor penghambat. Sebenarnya aku juga tidak terlalu sering menggunakan OS ini, dan masih dalam taraf belajar step by step, aku ingin selalu menggunakan sistem ini, tapi sayang aku hanya karyawan bawahan sehingga tidak punya wewenang untuk menetukan sistem apa yang cocok dan nyaman dipakai. Tapi dalam hati sudah berjanji bahkan bersumpah esok hari suatu saat jika sudah memiliki komputer desktop sendiri, maka kuinstalkan salah satu dari OS open source seperti LINUX MINT, UBUNTU atau FEDORA serta mempelajarinya lebih mendalam semua bentuk perintah seperti : $ man ls di console, dan saat ini aku sudah mengumpulkan tutorialnya, semoga saja tercapai, amin.
Begitu banyak kendala seperti dalam sebuah kantor atau perusahaan yang sudah terlanjur menggunakan OS dari Microsoft, maka untuk migrasi ke Open source mesti ada komitmen, namun sebagian pimpinan perusahaan enggan dengan asumsi bahwa sistem yang ada sekarang dibelinya dengan harga yang mahal, jadi kalau menggantikannya sungguh sangat disayangkan, dan beberapa pertimbangan lain termasuk sumber daya manusia, tapi sekali lagi, windows telah menjadi sasaran empuk para pembuat virus, worm, malware dan sebangsanya, yang biasa disebut worm writer. Dan aku menyadari, kalau begini terus kita menjadi bulan-bulanan, untuk itu solusi yang tepat wajib ada.
Aku mengimpikan suatu saat nanti semua warnet di Makassar menggunakan OS LINUX. Sehingga menjadi lebih memasyarakat, dengan begitu pola kebiasaan ini meng-enak-kan, meminjam komputer teman yang isinya LINUX tentu tidak risih lagi, semua begitu mudah jika dikerjakan secara gotong royong. Sampai aplikasi untuk kebutuhan sehari-hari di segala bidang mampu berjalan dengan mulus di sistem ini. Semoga saja.
Bahkan sweeping-sweeping tidak seganas dulu, sehingga motto-motto dan jargon-jargon yang terlontar bisa menyemangati para masyarakat pengguna komputer seperti :
1. LINUX make your life is more better.
2. Inside LINUX Inside Smart.
3. Jangan Takut, LINUX Nyaman kok.
4. Di sini LINUX Di sana LINUX Dimana-mana ada LINUX.
5. Komputer Kena Virus? Capek Deh..! makanya pakai LINUX (diambil dari pameran komputer beberapa bulan yang lalu, maaf sudah lupa tanggal pelaksanaanya).
6. It’s Time for LINUX now, forget the other.
Dan masih banyak lagi, semoga saja ini bukan slogan semata, dan semoga pejuang-pejuang LINUX tetap bersemangat mencerdaskan bangsa dengan menempuh cara-cara yang smart. Dan tentunya aku juga berusaha keras untuk mewujudkan semua ini, mulai dari diri sendiri, Mari Ber-LINUX Ria !!!.
Haerul Said
Karyawan Biasa Penjaga Warnet Kecil
Http://haerulsohib.blogspot.com
Diposkan oleh Menuai Makna di 23:50 0 komentar
Sabtu, 19 September 2009
റെസ്ടിമോണി Ramadhan

Perlahan namun pasti warna sunset beranjak dari porosnya, warna yang merona itu mengabarkan bahwa azan sebentar lagi menggema keseluruh jagad raya. Semua mahkluk menjadi saksi kebesaranNya. Perjalanan hati telah menorehkan seberkas catatan-catatan kemarin. Catatan tentang segala tingkah laku yang berpadu antara kanan dan kiri, antara dilema baik dan buruk.
Ramadhan segera berlalu, jika Allah masih berkenang maka pertemuan ramadhan berikutnya memberi warna gradasi yang cemerlang. Tentu tak dipungkiri lagi, tawa, tangis, suka duka telah menghiasi ramadhan kali ini. Dan rasa syukur sudah wajib hanya pada Allah.
Bermunajat adalah senjata ampuh bagi jiwa-jiwa yang pasrah, dari kepasrahan itu melebur membentuk martil-martil yang penuh harapan dan memecahkan impian. Karena impian serta harapan bukanlah sesuatu yang haram, bukanlah sesuatu yang terlarang jika impian itu dalam koridor kesadaran dan sah. Biarkanlah Tuhan menilai impian dan harapan itu. Karena Dia-lah Zat yang berhak menentukan tercapainya impian itu.
Tak ada seorang manusia pun yang bisa melarang saat aku mengimpikan berada di depan Ka’bah bersama ibuku sambil memohon ampun pada pencipta bangunan yang luar biasa itu. Tak ada manusia yang bisa melarangku saat aku mengimpikan berada di serentetan pyramid-pyramid peninggalan Fir’aun yang sombong itu. Tak ada yang bisa melarangku saat mengimpikan diriku berada di depan kerajaan Inggris, berada di depan Taj Mahal, berada di Menara Eifel, Menara Pisa, bekas kerajaan roma, Dan tak ada manusia yang bisa melarangku saat mengimpikan aku berada di mesjid Agung Aceh. Tak ada manusia yang bisa melarangku saat aku mengimpikan berada bersama orang-orang penting dunia yang memiliki niat baik pada perbaikan tatanan sosial dan ekonomi bumi ini. Dan tak ada yang melarangku saat aku mengimpikan ia berada bersamaku menjelajah semua itu, seorang wanita dengan suaranya yang merdu melantungkan Ayat-ayat Allah dan pujian-pujianNya, dan sederhana sikap namun pemikirannya yang menggugah setiap derap langkah, walau itu terlihat tak mungkin untukku. Tak ada manusia yang bisa melarangku dan memvonis impian itu, biarlah Allah menilai semua itu, karena Dia-lah yang berhak.
Kini ramadhan sebentar lagi berganti, senjapun menghilang dalam pandangan, semoga menjadi sarana pembelajaran pada hari-hari berikutnya hingga memasuki ramadhan yang berikutnya. Sungguh maha kasih dan maha penyayang Tuhan Allah, karena telah menyediakan satu bulan untuk membersihkan diri, bertafakur, mengontrol segala yang tadinya halal. Semoga berkah adanya. Untuk itu, sebagai manusia biasa aku mengucapkan “mohon maaf lahir batin”. Sambutlah kemenangan itu, semoga menjadi kemenangan yang kekal adanya. Wassalam.
Haerulsohib, menjelang Idul fitri.
Diposkan oleh Menuai Makna di 01:28 0 komentar
Sabtu, 12 September 2009
AmpunanMu
Pagi berganti siang dan malampun menjelang,
Semua berputar atas kehendakNya,
Sikap dan tingkah laku telah menghiasi pergantian waktu,
Kesalahan dan dosa tak terelakkan
Itulah kelemahan sebagai manusia,
Aku mohon dengan sangat, ampunanMU ya Allah,
Hanya kekuatan dariMu-lah aku berjalan, aku bernafas dan aku bergerak.
AmpunanMu sungguh sangat berarti,
Ya Allah, pemilik alam semesta, ampunilah hambamu yang lemah ini, lemah di hadapanMu.
Aku yakin kuasaMu, aku yakin semua mahkluk yang Engkau ciptakan tidaklah sia-sia. Aku yakin KeesaaMu, dan aku yakin Engkaulah segala-galanya, maha benar dan maha sempurna hanyalah Engkau Ya Allah. Ampunilah hamba.
Diposkan oleh Menuai Makna di 21:07 1 komentar
